Dengan Bismillah Kita Mulaikan

Minggu, 30 Oktober 2011

ALAT MUSIK MARWAS

ALAT MUSIK MARWAS


Marwas adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagaialat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenianTimur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dariYaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potongkayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin,sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.


MAKNA SEBUAH LAGU LANCANG KUNING

MAKNA SEBUAH LAGU LANCANG KUNING

 

Lagu Lancang Kuning itu adalah lagu rakyat yang sangat populer di Riau, negeri yang dijuluki Bumi Lancang Kuning. Dalam sebuah versi sejarah Melayu, kapal Lancang Kuning yang legendaris itu tenggelam di Tanjung Jati, perairan Bengkalis. Tak terurai dengan jelas apakah musibah itu akibat human error ataukah karena keganasan alam yang tak teratasi oleh kemampuan seorang anak manusia.


Pesan lirik lagu itu jelas, tidak ada yang tersembunyi. Untuk melayarkan sebuah kapal, seorang nakhoda haruslah paham. Filosofi kapal Lancang Kuning berlayar malam ini, agaknya menjadi satu dari sekian banyak untaian butir kearifan Melayu yang melintasi zaman dan mengandung dimensi universal. Sampai kini, setiap kali, ketika kita berada dalam suatu proses pemilihan seorang pimpinan, entah itu Ketua RT, RW, Kepala Desa, Ketua Partai atau pemilihan seorang kepala pemerintahan, kita selalu diingatkan pesan Lancang Kuning ini. Hati-hati memilih pemimpin. Karena seorang pemimpin, kendati dalam konsep kepemimpinan Melayu hanya didulukan selangkah dan ditinggikan seranting, tapi hak dan kewajiban yang melekat padanya cukup besar. Seorang pemimpin, pada tingkatan apapun, tidak hanya mendapatkan hak-hak istimewa dibandingkan dengan mereka yang dipimpin, tetapi juga dipundaknya terletak tanggungjawab yang berat, yang merupakan amanah yang harus dipikulnya. Amanah itu bila dilaksanakan dengan baik dia akan menjadi berkah, namun bila disalahgunakan dia akan menjadi musibah.


Kenapa perumpamaannya sebuah kapal yang berlayar malam? Kenapa tidak sebuah kapal yang berlayar saja, tidak pakai siang dan malam? Namun agaknya itu pulalah yang menandakan keberpahaman orang-orang tua kita dulu, yang menciptakan syair lagu itu. Tentu tidak ada kaitannya dengan kapal penyelundup atau kapal perompak, sebuah stigma yang acapkali diberikan pada masyarakat tradisional di kepulauan. Sebuah kapal yang berlayar malam, dia tidak bersuluh benderang matahari tapi bersuluh kunang-kunang bintang di langit. Alpa membaca bintang alamatlah kapal akan kehilangan arah tujuan.


Ketika dewasa ini kita sedang dibuai oleh sepoi-sepoi angin demokrasi, ada yang menggugah bersuara lantang. Kita bukan hanya memilih seorang presiden, kita mencari sosok seorang pemimpin yang bisa menjadi superman, bisa menjadi hero bahkan superhero. "Kita memerlukan seorang pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini", ratap Anis Matta dalam bukunya "Mencari Pahlawan Indonesia". Kita mencari seorang pucuk pimpinan yang mampu membawa bangsa ini segera keluar dari keterpurukan dan segera berpacu dalam suatu langkah yang pasti menuju puncak. Kalau hanya sekadar mencari seorang presiden, kita sudah punya pengalaman dengan lima presiden. Masing-masing dengan kebesarannya, sebagaimana sms yang saya terima. Presiden Soekarno, adalah seorang pemimpin besar. Presiden Soeharto, jenderal besar. Presiden BJ Habibie, ilmuwan besar, Presiden Abdurrahman Wahid, ulama besar dan Presiden Megawati Soekarnoputri, memiliki nama besar. Terlepas dari jasa-jasa dan segala kelebihannya masing-masing, kelima presiden tersebut dianggap belum mampu memberikan suatu solusi yang tepat untuk membawa bangsanya ke puncak kejayaan. Bahwa beliau-beliau itu telah menorehkan sejarah, tentu tidak bisa dipungkiri. Dulu kita pikir, barangkali karena kita terlalu hemat memilih presiden, potensi tidak terangkat secara optimal; bayangkan, 53 tahun merdeka, kita baru memiliki dua orang presiden. Kita pun kemudian ngebut bongkar pasang presiden. Diharapkan dengan demikian kita akan segera mendapatkan apa yang kita cari, tapi ternyata belum juga. Oleh karenanya berbagai seminar, diskusi dan dialog diadakan untuk mencari sosok yang sesuai dengan tuntutan zaman.


Seorang pemimpin pada dasarnya adalah seorang nakhoda. Dia dituntut harus mampu menakhodai kapalnya supaya selamat sampai ke pulau tujuan, tidak kurang sesuatu apapun. Dan untuk selamat sampai ke pulau tujuan, sang nakhoda haruslah paham, begitulah yang diajarkan kearifan Melayu. Seluruh kompetensi secara sederhana dihimpun dalam kata paham. Namun sesungguhnya bila kita renungkan lebih dalam, paham disini mengandung dimensi capability, capacity dan credibility, suatu persyaratan minimal untuk menjadi seorang nakhoda yang baik, yang tidak hanya tidak mencelakakan penumpang kapalnya, tetapi sekaligus mampu memberikan kesenangan kepada penumpangnya.


Capability, capable, kapabilitas, mengandung makna cakap, tanggap, tangguh. Seorang nakhoda harus mampu melayarkan kapalnya di tengah gelap gulita dengan hanya bersuluh bintang gemintang. Sang nakhoda harus mampu berlayar di tengah badai, tidak boleh mabuk diayun gelombang. Sekali layar terkembang berpantang surut ke belakang.


Capacity, kapasitas, mengandung makna mampu. Sang nakhoda harus memiliki kemampuan untuk membaca bintang di langit, harus mengerti ilmu falak, menguasai navigasi, sehingga mampu mengarahkan haluan sesuai tujuan. Sang nakhoda harus mampu membaca arah dan mata angin, mampu mengukur tinggi gelombang dan mampu membaca laut berkarang.


Credibility, kredibilitas, mengandung makna dapat dipercaya. Di tangan nakhoda tergantung nasib dan nyawa ribuan penumpang. Memang benar nasib dan nyawa di tangan Tuhan, tapi bila Tuhan menggunakan otoritasnya, maka tetap saja yang bertanggungjawab adalah sang nakhoda. Sang nakhoda harus bisa dipercaya untuk tidak menyinggahkan kapalnya di pelabuhan yang tidak perlu, sebaliknya harus mampu mengendalikan dirinya untuk tidak sombong. Titanic adalah sebuah kapal yang tercanggih pada zamannya di awal abad 20. Kapal megah itu disebutkan tidak akan bisa tenggelam. Namun apa lacur, belum lagi genap satu malam berlayar dari Eropa menuju Amerika, kapal itu tenggelam ke dasar samudra Atlantik yang dingin membeku. Tidak kurang dari 1500 penumpangnya tewas. Nakhoda juga tidak boleh tergoda untuk menjadi bajak laut, kendati dia bisa kalau dia mau. Dengan bermodal kredibilitas, maka seribu lembar kontrak sosial pun tidak akan ia takuti. Karena apapun yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang credible dan memiliki integritas, akan selalu dilandasi dengan itikad baik untuk kemaslahatan umat.

Kearifan Lancang Kuning adalah kekayaan kearifan lokal yang universal, kearifan milik semua dan untuk semua. Banyak nakhoda yang pintar, tapi kita agaknya memerlukan nakhoda yang paham, yang berani menantang badai dan paham bagaimana melewatinya dengan selamat.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Upacara Adat Perkawinan Melayu

Upacara Adat Perkawinan Melayu 

Sebagai insan pendukung adat,tradisi dan kebudayaan masyarakat Melayu sangat mengenal prinsip tahu diri,yang artinya orang melayu senantiasa berpegang pada ungkapan "Man 'arafa nafsahu fa qod 'arafa rabbahu" bermakna siapa mengenal dirinya kenallah dia dengan Tuhannya.


             Mekanisme pengenalan diri ini diatur secara adat resam yang telah beradaptasi dalam kehidupan masyarakat melayu . Hal ini dapat kita lihat pada nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat perkawinan atau pernikahan di Melayu.
             Ajaran dan syariat agama Islam menjadi bagian yang paling utama termasuk pada upacara sakral helat pernikahan, sehingga disebut Adat Melayu bersendikan Syarak,  Syarak bersendikan Kitabullah. Oleh karena itu senarai pernikahan ini memaparkan susur galur adat istiadat pernikahan atau perkawinan masyarakat melayu yang mengarah kepada kepentingan upacara protokoler.

              Adapun tahapan - tahapan yang dilalui pada upacara adat pernikahan ini antara lain :

•    Merisik
•    Meminang
•    Mengantung
•    Berinai Curi
•    Berandam
•    Antar Belanja
•    Akad Nikah
•    Upacara Berinai Lebai
•    Khatam Al-quran
•    Mengantar Hidangan
•    Berarak
•    Bersanding
•    Makan Nasi Damai
•    Upacara Menyembah
•    Mandi Kumbo Taman
•    Berkunjung Sanak Keluarga

Abdullah Bin Endong Alias Young Dolah

Abdullah Bin Endong Alias Young Dolah

 

Young Dolah
Young Dolah atau yang nama aslinya adalah Abullah Bin Endong merupakan seniman berasal dari Bengkalis, cerita yang didapatinya bersal dari pengalam - pengalaman pribadinya, yang penuh khayalan, lelucon dan kekonyolan. Sosok Yong Dolah selalu pembual  yang suka bercerita, tapi yang diceritakan adalah kosong belaka. kisah-kisah yong dolah ini sudah jarang ditemui, karena kurang publikasi dari penerus ke penerus, sehingga cerita - cerita Yong Dolah ini hilang satu - persatu.

Dalam ia bercerita Young Dolah sangat pandai berexpresi dan sangat hiperbola sehingga yang mendengar ceritanya bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak dengan cerita yang dibawakannya. Yong Dolah bercerita tidak mengenal batas waktu bahkan tidak menggunakan bahan literatur  atau referansi, sehingga ceritanya mengalir begitu saja seperti air tanpa putus, yang pastinya lucu sesuai dengan kepiawaian beliau.


Lagenda Bengkalis ini seakan hilang begitu saja padahal beliau sangat berarti bagi orang Bengkalis, kisah - kisah beliau yang lucu hilang begitu saja, ini di akibatkan kurangnya publikasi dari generasi - kegenerasi sehingga nama beliau tidak harum sebagai budayawan dan sekaligus seniman Bengkali.


Beberapa Kisah - Kisah Yong Dolah
  • Yong Dolah sang Abu Nawas Melayu
  • Yong Dolah Naik Haji
  • Perjalanan yong Dolah ke Negri Ngotjoleria
  • Yong Dolah - Memanjat Patung Liberty 
  • Yong Dolah - Jadi Kapten Kapal Pesiar 
  • Yong Dolah - Orang Riau Ikut Perang Teluk  
  • Linggis dan Tangga Yong Dollah
  • Umpan Daun Yong Dolah
  •  Yong Dolah Dan Piala Dunia
  • Yong Dolah Jadi Kapten Kapal Pesiar
Masih banyak lagi kiasah - kisah sang lagenda Yong Dolah ini, tetapi sayang nya sudah ditemukan lagi, sayang sekali apa bila kisah - kisah Yong Dolah ini hilang begitu saja, dan masih banyak tokoh - tokoh seperti beliau yaitu lebai malang , pak pandir dan lain - lain. Maka dari itu sebagai anak bangsa jangan sampai sejarh - sejarah yang ada di daerah, terutama Indonesia harus di budidayakan dan diceritakan dari generasi ke generasi selanjutmya.

Yong Dolah - Jadi Kapten Kapal Pesiar

Yong Dolah - Jadi Kapten Kapal Pesiar
Sambil menghirup kopi yung juga bercerita bahwa dia juga pernah menjadi kapten kapal di sebuah kapal pesiar. Kapal pesiar di bawah komando yung ini melayari semua negara pada semua benua yang ada di dunia. Menurut Yung Dolah, banyak pengalaman pahit, manis juga pengalaman masam yang ia hadap. Untuk mengetahui lebih lanjut kita ikuti wawancara dengan Yung Dolah lebih lanjut.

" Katanya yung pernah menjadi Kapten Kapal pesiar ." " Ah! Usahlah di besar-besarkan pengalaman yang tak seberapo tu. Dari kecil yung sudah terbiasa dilaut, maka pekerjaan menjadi kapten kapal pesiar bukan dapat di banggakan, sama saja kapal pompong pergi menjaring kapal ke tengah laut." " Berapa lama Yung menjadi kapten kapal pesiar tu?" " Tak lamo do kiro-kiro dua puluh lima tahunlah." " Kira-kira berapa banyak pekerja yang menjadi anak buah yung tu?". " banyak tu memag tak banyak, tapi kalau bilis satu goni dibagi-bagikan kepado anak buah kapal, paling dapat satu ekor satu orang kadang-kadang ado jugo yang cumo dapat kepalo." " sepertinya besar sekali kapal tu, yung?" " Taklah beso betul, tapi kalau kito bejalan dari pangkal ke ujung,basi nasik tu baru kito sampai, dekatkan?"

" Aduh,kalau begitu tentu tinggi kapal yung tu?" " Tinggi apo lak.cumo anak yung pernah berak dari atas kapal, kering taik tu baru jejak kebawah. Kan tak tinggi tu belum sampai ke langit." " Sewaktu yung menjadi oarang nomor satu di kapal tu, pengalaman apa yang paling berkesan?" " Aduh pengalaman apo agaknyo? ( Yung Dolah berfikir sejenak untuk mengingat - ingat ) o…yo ado…ado. Begini ceritonyo.Ketika kapal berlabuh dilaut Francis, Yung pun ingin membuktikan kato orang - orang bahwa di laut Francis ni banyak ikan paus." Untuk membuktikan yung keluarkan peralatan mengail, setelah semua peralatan mengail yung keluarkan, Yungpun bersiap-siap ketepi kapal hendak mengail,Tapi baru duo langkah Yung pun teringat bekal yang Yung siapkan dari Bengkalis. Miko tau apo umpannyo? Tentu miko tak tau sebab yung belum beri tau lagi.

Yung ni suko makan tumes belacan, jadi kemano yung berangkat, belacan tak lupo do. Supayo tu tahan lamo belacan tu yung simpan dalam peti sejuk dalam kamar yung. Belacan tulah yang yung jadikan umpan mengail di laut Francis. Setelah semuo nyo ado barulah yung tenang mengail. Lemparan pertamo, kail Yung langsung di sembo ikan. Tapi sayang belumpun naik ikan paus itu pun lepas. Tapi yung tak putus Aso. Yung lempo lagi kail Yung banyak pengail Francis yang kenal Yung dan mereka minta tanda tangan." "Apa sebab minta tandatangan Yung?" "Miko pasti tak tau ? Yung inikan juara dunia mengail. Itulah, miko tak banyak baco buku sejarah, jadi orang lain yang tau kehebatan orang awak." " Balik kemengail tadi yung, ikan apa yang yung dapat?"

" Oh yo lupo pulak. Yung duduk sambil menghisap rokok Kisaran yang Yung bawak dari bengkalis. Tengah sedap merokok, tiba-tiba kail yung di renggut ikan mak…mak, tak tanggung -tanggung bertanyo, dengan cepat Yung rentap tali kail Yung, ikan itu merentang ke kiri ke kanan, tapi yung tak habis akal, Yung bio dulu setelah meraso ikan itu dah agak lemah baru Yung tarik. Tapi yung tak sanggup menarik ikan itu, berat betul lama yung berfikir, macam mana nak menariknyo.tiba-tiba yung teringat bahwa yung inikan kapten kapal.Untuk itulah Yung panggil seluruh pekerja kapal agar membantu Yung menarik ikan tu, setelah semua berkumpul,Yung suruhlah semua menarik ikan itu keatas, tapi belum jugo ikan itu dapat di tarik ke atas.Pening kepalo yung memikirkan.

Ketiko Yung tengah berfikir, anak buah Yung dari Kamboja agar menggunakan Kren pengangkat peti kemas untuk mengangkat ikan itu. Yung berfikir sejenak,dalam hati Yung bercakap ""agus jugo saran budak Kemboja ni."

Yung suruh pekerja yang menyiapkan kren, tapi tidak jugo ikan itu terangkat. Yung sedikit putus asa " sebeso apo ikan ni agak ah," cakap yung dalam hati. Pikir punya pkir,Yung teringat bahwa umpan itu tadi belacan, mungkin dengan membako belacan ikan itu akan timbul."" Jadi yung bakar belacan itu?" " Tentulah,Yung bako. Setelah yung bako belacan, Yung atriklah tali kail Yung, dan memang ajaib ikan itu tak berat lagi. Pelan-pelan yung angkat, alangkah terkejut karena rupo-ruponya ikan berat macam phonton itu ternyata ikan bilis." "Setelah Yung tahu ikan bilis, apa Yung buat?"

"Yung terus saja angkat ikan bilis tu. Dan setetlah sampai atas kapal, Yung ambik pisau, Yung belah perut bilis. Bukan main terkejutnyo Yung sebab dalam perut iakn bilis tu ada kapal tenker. Kareno geram betul hati perut Yung,Kapal tengker tu Yung tendang sampai bengkalis ."

Yong Dolah - Memanjat Patung Liberty

Yong Dolah - Memanjat Patung LibertyOrang indonesia selalu beruntung, bila susah untung tidak laparan, kalaupun kelaparan, masih untung tidak mati,dan begitulah seterusnya. Menyinggung masalah keberuntungan Yung Dolah sering termasuk orang yang beruntung untuk itu kembali kita mendengar cerita Yung Dolah.

" Kata orang, Yung pernah memanjat patung Liberty? Apakah betul, Yung? " Betul tu,mano pulak Yung pernah bohong" " Bagaimano ceritanya, Yung?" " Begini mula-mula Yung bekerja sebagai pengangkut air minum di sebuah kapal pesiar. Setiap kapal itu singgah di pelabuhan Bengkalis. Yung yang di percayai Kaptennyo untuk mengisii air minum di kapalnyo, kerja tu Yung buat dengan bersungguh-sungguh. Pada suatu hari teringin pulak hati untuk masuk ke kamar mesin kapal ,tu".

" Apo yang Yung buat di kamar mesin itu?" " Tak taulah tapi isi perut Yung 'ni macam di cabik-cabik nak masuk ke kamar tu' kareo tak tahan lagi Yung pun masuk.Mak…mak..bukan main beso mesinnyo. Yung tengok baut yang ado di mesin tu, Yung cubo hitung tapi tak terhitung oleh Yung di tambah lagi mesin tu berbunyi . Mano pulak Yung ingat dengan apo yang Yung hitung. Saking asiyknyo, Yung tak dapt mendengo serine kapal yang mengisyaratkan bahwa kapal akan berangkat". " Kenapa Yung tak mendengar?"

" Acam mano 'nak dengo, mesin kapal tu tak tanggung -tanggung bunyinyo. Macam nak pecah gendang telingo Yung ni". " Bagaimana Yung atu bahwa kapal tu sudah berangkat ?" " Setelah Yung puas mengok mesin, Yung pun berhasrat naik kedarat, tapi alangkah terkejutnyo Yung,Ketiko Yung tau Yung telah samapi di Amerika serikat." " Dari Yung tau bahwa Yung telah sampai di amerika Syarikat ?"

" Yung tengok patung libery tecacak depan mato yung, tentulah yung sampai di amerika. Di bengkalis mano ado pulak patung macam tu, kalau adopun cumo tunggul kelapo yang dah mati. Yung tengok betul-betul patung liberty'tu. Dalam hati Yung becakap "tinggi betul patung'ni. Siapo tukangnyo,yo. Kareno penasaran tinggi patung tu, terlintas hati Yung nak memanjatnyo.Tanpo pikir panjang lagi Yung panjat.Limo menit setelah itu,Yungpun sampailah di kepalo patung liberty. Yung pegang kuat-kuat batu runcing dekat kepalonyo, Yung tengok kiri,Yung tengok kanan . Mak..makk bukan main besonyo kota Amerika ni. Bangunnyo mencucuk langit macam roket.

Meraso tak sedap lagi duduk disitu, Yung pun pindah dekat batu runcing yang lain,pas bagian belakang kepalo patung tu, Yung heran mengapo banguna mencucuk langit semua yang ado di kota itu. Yung fikir Yung bermimpi , tetapi ketiko Yung gosok-gosok mato Yung, bangunan mencucuk langit tu tak jugo hilang. Dalam hati yung berkato "ini tak mimpi tapi memang nyato." " Setelah itu apo yang Yung lakukan ?" " Yung diam ajomenikmati bangunan itu. Tapi tibo-tibo angin ribut datang, pegangan Yung lepas dan Yung pun melayang di bawa angin." " Apo terjadi setelah itu,Yung?" " Yung pasrah,apopun yang terjadi yung tawakal sajo,Yung serah diri pado Tuhan mato Yung, Yung pejamkan. Yung terus di bawa angin, setelah agak lamo Yung di bawa angin, tibo-tibo Yung tesangkut pado sebuah batang condong dan bukan main besonyo. Yung befikir batang apo agaknyo. Batang meranti taklah sebeso ini, apo lagi batang getah. Kereno penasaran Yung bukolah mato Yung. Rupo-ruponyo Yung tesangkut di menara Vissa."

" Sesudah itu apo yang yung lakukan?" " Fikir punyo fikir Yung teringat bahwa dalam kocek Yung ado kail. Untuk menenangkan kepalo otak Yung, Yung pun mengail dari atas menara itu.

" Umpannyo apo, Yung?" " Yung tak habis akal do, Yung pegi ke paso Italia itu sekejap. Yung beli belacan seratus rupiah, setelah itu Yung pun mulailah mengail. Yung melempolah kail,tu. Eehh baru sekejap Yung melempo, Ikanpun menyentap. Yung tarik kali Yung. Tapi Yung tak kuat menarik ikan tu. Bukan main berat ikan yang memakan kail Yung. Kareno Yung tak kuat lagi menarik tali kail Yung, Yungpun tercampak di bawa ikan tersebut. Yung tetap memegang tali kail Yung, tapi karena takut Yung pun menutup mato Yung. Ikan terus membawa Yung dan ikan itu mengiro Yung mengejonyo.58 hari 58 malam lamonyo Yung dibawa keliling laut Atlantik oleh ikan 'tu. Mungkin kareno sudah letih, ikan itupun tak kuat menarik Yung dan kami pun terdampar dipantai. Yung tengok betul-betul pantai,tu. Tibo-yibo Yung meraso macam kenal dan seperti selalu Yung tengok. Tapi Yung belum berani memastikannyo.

Yung gosok lagi mato.barulah Yung sadar bahwa pantai tu ternyata pantai Selat Baru. Keyikanan Yung betambah kuat ketiko yung melihat tetanggo Yung pergi menjaring. Hati Yung bukan main Sukonyo. Tetapi ketika Yung naik kedarat di tangan Yung memegang sesuatu.Yung belik-belik ruponyo tali kail Yung tadi.Tanpo ragu, Yung pun menarik pela-pelan tali kail itu. Yung terus tarik kali itu.tapi celako agaknyo,ketiko samapi pado mato kail 'tu,Yung tengok rupo-ruponyo ikan Bilis. Dalam hati yung becakap"Engkau rupanya, wahai Bilis yang membawaku selamo selamo 58 hari 58 malam' tu he."

Yong Dolah - Orang Riau Ikut Perang Teluk

  Yong Dolah - Orang Riau Ikut Perang Teluk


Tidak banyak orang tau, bahwa pada perang irak melawan pasukan multi nasional tahun 1991, ada seorang indonesia ikut membela Saddam Husien. Menurut informasi yang dapat di percaya, tentara tersebut berasal dari bengkalis bernama Yung Dollah. Setelah kalang kabut mencari jejak orang tersebut, dan bertanya kesana kemari akhir dapat juga dicari alamat lengkap pahlawan di maksud. Oleh kenalannya, penulis diminta agar pergi ke kedai kopi hailam di kota bengkalis. Benar saja, ketika penulis menemukan tokoh tersebut sedang menghirup kopi di meja paling sudut sebelah kiri. Tanpa ragu lagi penulis menghampirinya, untuk melakukan wawancara.

" Apa kabar, Yung ? Payah betul mencari Yung ?" " Yung baik-baik sajo. Yung tak ke mano-mano do, dimeja inilah setiap pagi minum kopi, sesekali ke singapor, kadang ke melako, itulah pekerjaan yung "

" Kalau begitu, banyak duit Yung ?" " banyak tu tidaklah, tapi kalau untuk keluo negeri dan untuk beli pulau Singapor masih belebih duit Yung. Dari mano Yung dapat duit?, tak perlulah yung ceritokan karena memakan waktu bertahun-tahun, mulai yang kecil sampai yang setuo ini." " Di mana yung menyimpan duit? di Bank?" " Yung paling tak gemo menyimpan di Bank. Yung paling suko menyimpan dibawah bantal. Awak ni dari mano ?" " Begini,kami mendengar kabar yung pernah menjadi tentara sukarela membela negara Saddam Husien. Betul tu yung?" " Betol." " Boleh Yung ceritokan ?" " Apo pulak salahnyo, miko ni menyanyah." " Acam mano ceritonyo Yung?"

" Begini, Ketika Yung minum kopi disini, ado budak menjual surat kabar. Entah apo pasal pulak, yung tertarik dengan surat kabar tu. Yung beli satu, lalu yung bacolah berita tentang perang teluk. Menggelegak hati perut yung baco cerito tu ".

" Apo pasal Yung ?" " Yelah. Siapa tak geram, kalau anak hilang bapak, bini hilang laki,rumah dah cantik keno bom. Daro-daro lawo banyak mati,nikah belum. Yang bujang begitu pulak.Disebabkan perang tu. Geram hati Yung, yung tinggalkan kopi, lalu Yung balik kerumah.yung suruh bini Yung mengemas pakaian. Bini Yung heran. Dio bertanya,"Mengapo ngentam orang tua ini, buang tabiat?"kata bini Yung.

"Orang betino urus sajolah dapur, Engkau tu tak tahu ini soal kemanusiaan, itu Saddam hussein berperang dengan sekutu yang menjajah kita dulu," kata Yung. Mendengo itu,Bini Yung pun terdiam. Sudah dikemas semua pakaian, Yung pun berangkatlah."

'pakai apa Yung berangkat?" "pakai pesawat khusus, didatangkan Saddam Hussein. Pesawat itu turun dilapangan tugu Bengkalis. Yung pun naiklah. Bedebo jugo hati Yung naik pesawat itu, Mesin bertambanh kuat bunyinya.Yung bertambah takut,dan ketika Yung ketakutan itulah Yung terkentut..Setelah Yung melepas bom dari perut itu, Yung pun sampai depan rumah Saddam Hussein. Yung disambut hangat oleh Saddam Hussein beserta rakyat Irak, dan Yung dipersilahkan masuk keistana nya. Dalam istana, Yung cakap sama Saddam, "Kita sudah tak punya waktu lagi. Cepat atau lambat sekutu harus berambus dari Irak ini."Mendengar semangat Yung yang berapi-api, Saddam langsung menyerahkan tongkat komando perang kepada Yung.

Setelah Yung diberikan kepercayaan oleh Saddam maka Yung pun melakukan pemeriksaan tentara Irak dimedan perang, Yungpun pergilah kegurun pasir. Lima menit kemudian, Yungpun sampailah digurun pasir tempat dimana tentara irak berperang. Ketika Yung melihat tentara Irak hati Yung sedih betul."

"Kenapa Yung sedih betul?" "Sedihlah, sebab tentara Irak tidak bermaya sedikitpun. Yung berpikir bagaimana caranya agar mereka bersemangat dan bermaya lagi. Pikir punya pikir,haaa?.dapatlah Yung akal,dengan semangat empat lima Yung entam menyanyi lagu potong bebek angsa. Mendengar lagu potong bebek angsa itu tak lengah tentara Irak itu langsung segak."

'apa sebabnya Yung?" "Haaa sebabnya begini, setelah Yung buka catatan Yung dalam Kocek, ternampaklah disitu bahwa tentara Irak sudah seminggu tak makan." 'apa hubungan dengan lagu potong bebek angsa Yung?" " Begini, mendengar lagu Yung itu, tentara Irak mengira telah perang, komandan baru mereka, tentulah Yung mereka maksudkan akan menyembelih angsa. Jadi supaya mereka dapat daging itik dan angsa, mereka bergegaslah berperang. Dalam peperangan itu, maaak?maaak?maak tentara Irak macam hantu. Menembak sana menembak sini.Pihak musuh banyak mati.pesawat tempur musuh habis macam tepung berderai dari atas. Mendengar kemenangan tentaranya,saddam Hussein paling suka dan sebagai tanda ucapan terima kasihnya, Yung dihadiahkan kain sarung. Dan kain sarung itu, bini Yung pakai sekarang."

'Setelah perang selesai, apakah tentara Irak meminta bebek dan angsa,Yung. " Disana tak ada bebek dan angsa Yung ?" " Itulah Yung risaukan.Tapi Yung tak habis akal do, Yung diam -diam balik ke Bengkalis pakai kapal pribadi saddam Hussein tu." " Dengan siapa Yung naik pesawat pribadi Saddam tersebut?" " Seorang sajo untuk apo ramai-ramai." "apa Yung bisa menerbangkan pesawat?" 'apo pulak tak bisa, mainan dari kecil, tapi Saddam takut kalu balik sendiri. Untung dalam sekejab itu pulak melintas kapal terbang lain. Yung klakson kapal terbang supaya dekat. Setelah kapal terbang mendekat, Yung cakaplah pada pengemudinya. " Hei saudara, boleh pinjam pengemudi serap (Co. Pilot. Red) sekejab,"kata Yung. "Apa pulak salahnya, Yung," balas pengemudi itu. Setelah pengemudi serapnya masuk Yung pun tancap gas, sampai Bengkalis. Sampai rumah Yung angkut itik dan angsa Yung ke Irak. Bini Yung marah-marah, tapi Yung cakap pada bini Yung, ini adalah sedekah. Mendengar sedekah bini Yung pun diam. Semua dah siap masuk kekapal terbang, Yung pun terbanglah ke Irak. Sampai di Irak kami pun berpesta sampai pagi."

" Dengar - dengar kabar, Yung pernah mengagalkan meledakkan rudal patriot Amerika di irak, bagaimana pulak ceritanya tu Yung?" " Betul, ceritonya begini. Yung buat pengumuman dan sedarkan kepada seluruh rakyat Irak supaya membentangkan kelambu rumah, kantor dan semuanyo dan jarak antara bumbung dengan bangunan lima meter setelah di bentang kelambu yung pun duduk tenang dengan saddam minum kopi dan makan sagu rendang sambil mununggu pasukan amerika melepaskan rudal. Saddam husien nampak gelisah macam ayam betina hendak betelur.kejap tegag kejap duduk. Lepas tu jalan kiri duduk dekat yung. Kemudian Saddam bertanya bertanya pado yung " Yung berhasil ndak yung "? Yung jawab tenang tenang sajolah Dam, kalau tak berhasil kau balikkan aku ke Bengkalis. Lima menit sesudah itu dari jauh terdengar 30 bijik rudal pasukan Amerika dilepaskan. Saddam yang tadi yang tadi seperti ayam hendak bertelur,berubah macam ayam sakit sampo. Sedang yung tenang ajo. 10 menit sesudah itu saddam senyum pado yung. Lalu yung dan Saddam meninjau keseluruh kota, yung tengok 30 bijik rudal amerika tersangkut atas kelambu yang yung bentang tadi. Saddam bukan main senang di peluknyo yung erat-erat."

" Waktu balik katanya Yung sempat ngebom amerika ?" " Ya betul tu, setelah rudal patriot di kumpulkan Yung mintak satu pado Saddam , kenang -kenangan untuk anak cucu, Dam". Petang harinyo yung balik pakai pesawat yang menjemput dulu waktu yung balik. Yung tak takut naik pesawat karno yung teringat pado permaisuri yung di Bengkalis. Perjalanan begitu lama yung terus merenung dalam pesawat. Tibo-tibo kapten pesawat memenggil yung, " Jendral inilah pulau Amerika itu ,kato Kapten sambil menunjuk kebawah. ? melihat pulau Amerika itu , Yung teringat akan rudal yang yung mintak pado Saddam, Yung ambik rudal tu dan yung campakkan kebawah. Lima menit seudah itu Amerika tampak berasap. Dalam hati yung, mudah-mudahan amerika insyaf. Tapi sampai sekarang tak insyaf- insyaf.Hendak rasonyo yung mengbom lagi, tapi apo dayo yung dah tuo.

Tradisi Lampu Colok

Tradisi Lampu Colok

Tradisi Lampu Colok dalam rangka menyambut malam takbir dan lebaran di Bengkalis - Riau berlangsung meriah. Selain sudah menjadi tradisi, lampu colok ini diperlombakan antar kampung dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Pemasangan lampu colok ini sudah menjadi tradisi setiap tahun diakhir bulan ramadhan dalam menyambut malam takbir dan lebaran. Lampu colok ini terbuat dari kaleng bekas yang diberi sumbu dan diisi minyak tanah dan kemudian disusun berupa kubah - kubah masjid dan hiasan kaligrafi.

Tradisi Lampu Colok tradisi ini berawal dari keinginan masyarakat untuk memberikan penerangan di bulan ramadhan, sekaligus tradisi ini merupakan syiar Islam sebagai hiasan - hiasan lampu yang ada selalu bernuansakan Islami.

Keindahan lampu colok yang dihias dalam bentuk kubah masjid dan kaligrafi ini digemari oleh warga setempat dengan keluar rumah dan berkeliling kampung.

Biasanya Lampu Colok ini dilaksanakapn pada mulai malam 27 Ramadhan, dari zaman ke zaman tradisi lampu colok ini tidak pernah tidak dilakukan. Lampu colok adalah salah satu alat penerangan yang dipakai pada saat listrik belum dikenal, lampu ini menggunakan bahan bakar minyak tanah yang dibuat sedemikan rupa. sedangkan tradisi yang biasa dilakukan oleh pemuda - pemuda setempat ialah membuat beberapa menara yang tinggi sebagai kerangka untuk menyusun lampu- lampu  tersebut. susunan tersebut membentuk berbagai macam formasi. pemasangan lampu colok biasanya dimulai pada 27 hari bulan ramadhan atau sering disebut dengan "27 likur" sampai malam takbiran.

Festival Lampu colok yang digelar setiap tahunnya di Bengkalis, mengunggulkan ciri khas kreativitas kedaerahan. Di Bengkalis, lampu colok yang mencolok bersinar adalah berbentuk gapura colok. Festival lampu colok di Bengkalis digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Melalui festival ini juga diharapkan menjadi daya tarik orang untuk datang ke Bengkalis atau perantau pulang ke kampung halaman.

Lampu Colok Bengkalis

Lampu Colok bengkalis Riau

Tradisi Lampu Colok



Panglima Minal

Panglima Minal
Menurut sejarah, Panglima Minal wafat pada usia 91 tahun sekitar 1700 M. Pada zaman pemerintahan Sultan Siak Jalil Rahmad Syah.

Berawal dari tragedy kekacauan oleh perampok / bajak laut atau lanun yang merajalela di perairan Selat Bengkalis terutama Tanjung Kongkong sampai Tanjung Jati.

Kekhawatiran serta kewalahan para Panglima yang ada di kerajaan Siak pada saat itu dalam menghadapi kekacauan yang dilakukan para bajak laut. Sultahn Siak Jalil Rahmad Syah mengeluarkan titah kepada masyarakat bahwa, barang siapa yang dapat menumpas para lanun / perampok yang berleluasa di laut perairan Selat Bengkalis, Sultan berjanji akan melantiknya menjadi Panglima Kerajaan.

Mendengar titah Sultan Siak itu seorang pemuda yang bertubuh kekaar, perkasa dan berjambang yang bernama Minal diam-diam menyanggupi titah Sultan untuk menumpas para lanun yang membuat keonaran tersebut.

Minal melakukan penyisiran di perairan Selat Bengkalis dengan menggunakan perahu kecil, di suatu wilayah Minal bertemu dengan tongkang si bajak laut, disitulah Minal bermula memperkenalkan taringnya sebagai wira, membuat para lanun menjadi kecut menghadapi Minal yang tidak meminta perkelahian melainkan hanya meminta beberapa batang paku yang berukuran 5 inchi beberapa batang, apabila para si bajak laut itu mendengar permintaan Minal, mereka segera memenuhi permintaannya.

Setelah Minal menerima beberapa batang paku besi lima inchi tersebut, lalu melahap habis paku tersebut kemudian Minal meludahkan air liurnya kehadapan para lanun itu, mereka tak berkutij ketakutan dan menyerah kepada Minal dan berjanji tidak akan membuat keonaran di selat Bengkais. Semua lanun digiring oleh Minal ke Siak dan dipersembahkan kepada Sultan Siak, oleh Minal yang telah menaklukkan para lanun Sultan Jalil Rahmad Syah melantik Minal sebagai Panglima Kerajaan.

Selain menghadapi dan menaklukkan para lanun Panglima Minal diuji menghadapi para Panglima Kerajaan terdahulu seperti :
1. Panglima Megat Alam
2. Panglima Emping Bermintah
3. Panglima Kenaik
4. Panglima Tunggang
5. Panglima Nayan (Rupat)
6. Panglima Muhammad (Kubu)
7. Panglima Hasyim (Kubu)


Apabila peluru yang diacungkan kehadapan Panglima Minal dan ditembakkan ternyata peluru tersebut tidak menjejaskan dan jatuh tepat di hadapan kakinya. Dari kejadian itu Sultan benar-benar takjub dan yakin akan kehandalan Panglima Minal.

Setelah melalui ujian itu Panglima Minal dinobatkan untuk memimpin keamanan wilayah perairan pesisir Pulau Bengkalis.

Panglima Minal yang mempunyai istri 7 orang, dari Suku Gasib, dan dari Suku Duyun serta Buyud (istri) beliau dari Burk Bakul dan ahli warisnya masih bayak terdapat di Bengkalis.

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bengkalis

Tunjuk Ajar Melayu

Tunjuk Ajar Melayu

Tunjuk Ajar adalah sejenis petuah, petunjuk, nasehat, amanah, pengajaran , contoh teladan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Melihat kepada isi, maka tunjuk ajar berisikan nilai-nilai luhur agama islam yang sangat sesuai dengan budaya dan norma-norma sosial yang dianut masyarakat, baik orang tua, remaja dan anak-anak.

Kedudukan tunjuk ajar bagi orang melayu sangat tinggi dan penting, dan karena itu orang yang tidak memahami mengamalkan tunjuk ajar disebut kurang ajar. Agar kita tidak menjadi orang yang kurang ajar bacalah tunjuk ajar melayu.


Bertanam Budi

Apa Tanda Melayu jati
elok perangai mulia budi pekerti
sakit senang menanam budi

Apa tanda Melayu jati
Hidunya Tahu membalas budi

Apa tandanya melayu jati,
membalas budi sampailah mati

Apa tanda Melayu jaiti,
Karena budi berani mati

Apa tabda Melayu Jati,
Temakan budi ia takuti

Apa tanda Melayu terpilih
Bertanam budi tiada memilih

Apa tanda Melayu Pilihan
Bertanam Budi jadi amalan

Apa tanda Melayu pilihan
Bertanam budi jadi amalan

Apa tanda Melayu Pilihan,
Temakan budi ia elakkan,
bertanam budi ia galakkan

Apa tanda Melayu terbilang
jujur di muka, lurus dibilang

Apa tanda Melayu bertuah
Batinya jujur dan lembut lidah.